Category Archives: Pesawat

Pesawat Merpati Hard Landing di Bandara El Tari Kupang

Peristiwa kecelakaan pesawat kembali terjadi di Bandara El Tari Kupang. Pesawat milik maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines dengan registrasi PK-MZO mengalami kecelakaan di Bandara El Tari Kupang sekitar pukul 09.40 WITA. Pesawat Merpati jenis MA 60 dengan rute Bajawa-Kupang dipiloti Capt Aditya Prio Joewono mengalami hard landing saat mendarat dan undershoot di landasan. Seluruh penumpang yang berjumlah 46  dan empat awak pesawat itu selamat, hanya satu orang karena syok dilarikan ke rumah sakit.

Pesawat Merpati Hard Landing di Bandara El Tari Kupang

Kondisi pesawat sendiri terlihat cukup parah, di mana mesin di kedua sayap terlihat menyentuh landasan. Bagian mesin kiri tampak menukik ke aspal dengan baling-baling yang sudah tak ada lagi. Roda depan tidak keluar, jadi badan pesawat langsung menyentuh aspal runway, sedangkan dari samping, badan pesawat itu tampak membelah hingga bagian belakang pesawat menukik ke aspal runway.

Dampak dari  kecelakaan Pesawat  Merpati tersebut, untuk sementara Bandara EL Tari Kupang ditutup untuk proses evakuasi badan pesawat.

Pesawat FFA AS-202 Bravo

Sebuah pesawat AS-Bravo 202 jatuh dalam pergelaran Bandung Air Show 2012, dan menggugurkan dua orang pilot terbaik bangsa. Pesawat Bravo 202 dirancang sebagai pesawat akrobatik dan untuk melatih penerbang pemula. Pesawat Bravo 202 merupakan pesawat latih ringan yang dibuat oleh gabungan dua pabrikan pesawat Swiss dan Italia, yaitu Flug- und Fahrzeugwerke Altenrhein (FFA) dan Savoia-Marchetti.

Pesawat FFA AS-202 Bravo

Savoia-Marchetti memproduksi bagian sayap, bagian bawah, dan mesin pesawat. Sedangkan FAA memproduksi ekor, rangka, dan alat kontrol pesawat. Setelah itu, kedua pabrikan itu merakit menjadi satu pesawat Bravo-202. Bravo 202 ini merupakan pesawat latih dasar dan pada dasarnya tidak ada masalah apapun untuk pesawat ini.

Pesawat FFA AS-202 Bravo

Prototipe pertama pesawat AS-202 Bravo dibangun di Swiss. Terbang pertama kalinya pada tanggal 7 Maret 1969. Diikuti sebuah prototipe berikutnya dibangun di Italia tanggal 7 Mei, sedangkan pesawat produksi pertama terbang pada 22 Desember 1971.

Pesawat FFA AS-202 Bravo

Powerplant
AS-202/15 – One 110kW (150hp) Lycoming O-320-E2A flat four piston engine driving a two blade fixed pitch McCauley propeller.
AS-202/18A-4 – One 135kW (180hp) fuel injected Textron Lycoming AEIO-360-B1F driving a two blade constant speed Hartzell propeller, or optionally a three blade Hoffmann prop.

Performance
AS-202/15 – Max cruising speed 210km/h (114kt), economical cruising speed 203km/h (110kt). Initial rate of climb 633ft/min. Service ceiling 14,000ft. Range with max fuel and no reserves 890km (480nm).
AS-202/18A-4 – Max speed 240km/h (130kt), max cruising speed 226km/h (122kt), economical cruising speed 205km/h (110kt). Initial rate of climb 800ft/min. Service ceiling 17,000ft. Range with max fuel and no reserves 1140km (615nm).

Weight
AS-202/15 – Empty equipped 630kg (1388lb), max takeoff 999kg (2202lb) for Utility category, 885kg (1951lb) for Aerobatic.
AS-202/18A-4 – Operating empty 710kg (1565lb), max takeoff 1080kg (2380lb) for Utility category, 1050kg (2315lb) for Aerobatic category.

Penyebab Kecelakaan Pesawat Bravo Cessna 202 B di Bandung Airshow Belum Diketahui

Penyebab kecelakaan Pesawat Bravo AS 202 belum bisa dipastikan. Namun, Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono mengatakan pihaknya sudah membentuk tim penyelidikan yang berasal dari Mabes TNI AU dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Barat guna menyelidiki dan mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut.

Penyebab Kecelakaan Pesawat Bravo Cessna 202 B di Bandung Airshow Belum Diketahui

Seperti diberitakan pada pukul 11. 45 Pesawat Cesna sedang akrobat jatuh di Husein Sastranegra Bandung pada saat sedang acara Bandung Air Show. Sebelumnya pesawat latih ini melakukan manuver fast ketika atraksi udara. Pesawat lepas landas pukul 11.37 WIB, kemudian terbang selama lima menit dan lost total.

Pesawat Bravo Cessna 202B diawaki dua pilot dan keduanya tewas seketika. Tapi bangunan lokasi jatuhnya pesawat tidak mengalami kerusakan, hanya hangus terbakar.

Korban diketahui bernama Marsma TNI AU (Purn) Nurman T Lubis yang juga beraktifitas sehari-hari menjadi doktee mata. Sedangkan seorang lagi Letkol (Purn) Toni Hartono. Keduanya adalah anggota aktif dari FASI di bidang penerbangan bermotor.

Akibat kecelakaan ini demonstrasi udara dihentikan hingga acara berakhir. Sebagai bentuk rasa berkabung kami akan menghentikan seluruh atraksi udara, namun untuk pameran atau stand masih akan kami buka.